Translate

Mesti Baca

Khamis, 1 Disember 2011

Siapa Sebenarnya HAMKA.

Buya Hamka lahir pada tahun 1908 di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, HAMKA sendiri merupakan singkatan dari nama beliau yakni Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Hamka merupakan putra dari Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yg juga merupakan ulama di tanah minang, diawali bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958.

Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Buya Hamka merupakan sosok otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti, dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman, beliau juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur, dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang andal./Baca lagi...

3 ulasan:

PAK MAT berkata...

Sebutir permata yang berkilauan dalam dunia Islam Nusantara... Sama mahal dengan cincin kak Mah...

Tanpa Nama berkata...

saya cukup terharu apabila mengetahui `Iman Bersih' akan dijatuhkan hukuman 1 tahun. Tapi sekadar ingatan, Islam bukan sekadar mengerjakan ibadah tetapi perbuatan juga perlu terhormat. lagi menyedihkan baru aku dengar ada istilah iman bersih! ada ke iman kotor, imam jahil dalam istilah Islam. Islam itu indah, so semuanya perlu baik-baik belaka. Kalau orang buat tak baik kat kita, kita sebut sahaja `AlhamduLLILAH'. Allah Maha Mengetahui dan Maha Pengampun.

Tanpa Nama berkata...

Betul tu geng....Sabar separuh dari Iman. jangan jadi mengaku Imam kalau tak punyai ilmu. Tapi yg penting perlu belajar agar kita mendapat rahmat dari ALLAH. Ikut sunnah Nabi atau budi perkerti sahabat-sahabatnya. Kalangan orang Islam ketika dulu diseksa dengan lebih dasyat tetapi mereka terus berdoa bukan `Baling Kasut'....

Catatan Paling Popular

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...